Kesan – Kesan di Gunadarma

Standard

Wooww, ga kerasa udah semester akhir. Haha 😀 Dapet tugas disuruh nulis kesan – kesan di Gunadarma ini.

Nih ane pasang foto waktu masih tingkat 2 atau 1 ane lupa. ( Ane yg afro gan ) :v
Image

Ternyata sekarang  udah semester 6 aje kebetulan Diploma 3 jadi ini semester terakhir ane di Gundar ( amin ). Sebelumnya kenalin ane Galuh. Kelas 3 DB10 Salemba :D. Kenapa dulu pilih salemba? Faktor utama sih deket rumah. Kebetulan rumah ane di Kelapa Gading. Jadi ga jauh – jauh banget ke kampus. Bisa naik sepeda. 😀 Tapi ternyata ujung – ujungnya banyak kuliah + praktek juga di Depok. Jadi ya harus bolak – balik tapi yaa its OK! 😀

Kesan – kesan ane tuh yg pertama Tentang Kampus Salemba dulu deh.

1. Kampusnye sepi. Kaga ada keramaian, ya bisa dilihat kalo ke salemba kampus cuma ada beberapa kelas. Haha 😀 sepi Feels like a home dude!! Lo bisa nginep disitu, bayar kuliah juga bisa di Bank DKI Salemba. Ga pake ribet. ^.^ Gue saranin kalo bayaran di Salemba kaga ngantri kaya di Depok. 😀

2. Punya temen dari tingkat 1 sampai lulus ga dirubah alias ga di acak – acak lagi tuh kelasnya. Mungkin kareng peminat Kampus Salemba sedikit -_-.

3. Kalo kuliah di Salemba bakalan dapet kuliah di Kampus Kenari tuh. Tau sendiri kampus Kenari alias Kampus A itu kampus S2. Jadi anak D3 dapet fasilitas S2 tuh Feels like a boss bro :D. Trus Wi – Fi nye ngebut kursinye empuk bro, haha! ( bukannye ane norak -_-). Bisa download ape aje ga pake lama. Soalnye ane denger keluhan anak – anak Depok susah kalo mau pake yang namanye Wi – Fi.

 

Kesan – kesan buat Laboratorium yang pernah ane datengin selama di Gundar.

1. iLab ( Integrated Laboratory ) lab nyaman nih, Bagus men high class. Ga malu – maluin. Ada perpus nyaman. Yang penting tuh ada SPORT CENTER. Maen futsal gratis cuma pake KRS. 😀

2. Lab FisDas ( Fisika Dasar ) lab nyaman juga, tapi lu tau sendiri lah apanya yang ga nyaman. -_-

3. Lab SI ( Sistem Informasi ) ini lab old school banget bro. Gue nemu mouse di LabSI merknye IBM belom ada scroolnye masih pake track ball. Ah yang bener aje ? :v itu menurut ane udeh barang antik pas jaman ane SD tuh kayanya. Mungkin kalo ane jual via kaskus atawa tokobagus masih laku tuh. haha 😀

4. LepKom ( Tempat Kursus ) ini lab nyaman, tapi sayang PC nya old school juga. Coba di upgrade bagusan dikit pasti enak banget. Soalnye bayar kursus tau sendiri ga murah. Tapi ga papa terobati sama yang ngajarin. :v

 

Oh iye ini di G pas Semester 3 ata 4 atau 5. Maap burem pake iPod jepretnye. ( Ane pake topi paling depan )

Image

 

Kesan – Kesan yang lain buat Gunadarma nih.

1. Ane sebagai mahasiswa kayanye ga diribetin sama bayaran, kalo waktu tempo bayar habis, bisa di perpanjang, ga bayaran masih bisa bikin KRS, ga bayaran ga di tagih. Gundar baek ye.

2. Ane sebagai mahasiswa ga ribet juga kalo bikin surat keterangan, liat jadwal, liat nilai dan lain – lain tinggal buka studentsite, done! 😀

3. Kampus bersih selalu bro. Salut sama bapak – bapak yang udah membuat Gunadarma selalu bersih. (y)

 

OK kayanya cukup kesan – kesan dari ane, nanti di update lagi kalo ada yang perlu. 😀

Oh iye kampus favorit ane tuh Kampus A , C , E , D , H. Haha. Tuh kampus bikin nyaman hati gue :v

Sekian dulu tugas curhatan ane ye, kalo ada salah – salah kata mohon di maafkan. 🙂

 

Terima Kasih. :v

Advertisements

Daftar Riwayat Hidup

Standard

Daftar Riwayat Hidup



Informasi Personal

IMG_3029

1. Nama Lengkap : Galuh Adi Putra

 

2. Tempat, Tanggal Lahir : Ujung Pandang, 17 Oktober 1993

 

3. Alamat : Komp. TNI – AL Kelapa Gading Barat Jl. Pulau Bintan No.5 RT 014/ RW 03 Kelapa Gading Jakarta Utara

 

4. Jenis Kelamin : Laki – Laki

 

5. Agama : Islam

 

6. Status : Belum Menikah

 

7. Telepon  : (021) – 4502691 [ Home ]

 

8. E – Mail : adiputra.galuh@yahoo.com

 



Riwayat Pendidikan

 

Formal

 

1. (1999 – 2005) SDS Hang Tuah 7 Cibubur

 

2. (2005 – 2008) SMPS Hang Tuah 3 Kelapa Gading

 

3. (2008 – 2011) SMAN 18 Jakarta Utara

 

4. (2011 – sekarang ) Universitas Gunadarma

 

Non Formal

 

Kursus E – Commerce ( Building M – Commerce ) Universitas Gunadarma Depok

 

Universitas Gunadarma



 

Struktur Hirarki Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

Standard

Singkat saja untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntansi saya akan membahas Struktur Hirarki dari Sistem Informasi Akuntansi. Berikut penjelasannya :

Pertama untuk membahas apa itu SIA kita membahas secara singkat SIM ( Sistem Informasi Manajemen ) terlebih dahulu.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis.

sedangkan

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.

 

Sistem Informasi Akuntansi mempunyai beberapa subsistem. Subsistem pada SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan. Berikut penjelasan dari subsistem tersebut :

  • Sistem pemrosesan transaksi mendukung proses operasi bisnis harian.

  • Sistem buku besar/ pelaporan keuangan

  • Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

Sistem Informasi Akuntansi mempunyai beberapa manfaat. Berikut manfaat tersebut :

  • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.

  • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan

  • Meningkatkan efisiensi

  • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan

  • Meningkatkan sharing knowledge

  • Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

Sekain tulisan dari saya, bila ada kesalahan atau kurang berkenan di hati mohon dimaafkan. Terima Kasih 🙂

Sumber 1

Sumber 2

 

Hak Asasi Manusia di Indonesia

Standard

Image

1. Sejarah Hak Asasi Manusia di Indonesia

Berikut adalah penjelasan tentang HAM:

HAM adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan. HAM berlaku secara universal. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalamUUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1pasal 28pasal 29 ayat 2pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1

Dalam kaitannya dengan itu, maka HAM yang kita kenal sekarang adalah sesuatu yang sangat berbeda dengan yang hak-hak yang sebelumnya termuat, misal, dalam Deklarasi Kemerdekaan Amerika atau Deklarasi Perancis. HAM yang dirujuk sekarang adalah seperangkat hak yang dikembangkan oleh PBB sejak berakhirnya perang dunia II yang tidak mengenal berbagai batasan-batasan kenegaraan. Sebagai konsekuensinya, negara-negara tidak bisa berkelit untuk tidak melindungi HAM yang bukan warga negaranya. Dengan kata lain, selama menyangkut persoalan HAM setiap negara, tanpa kecuali, pada tataran tertentu memiliki tanggung jawab, utamanya terkait pemenuhan HAM pribadi-pribadi yang ada di dalam jurisdiksinya, termasuk orang asing sekalipun. Oleh karenanya, pada tataran tertentu, akan menjadi sangat salah untuk mengidentikan atau menyamakan antara HAM dengan hak-hak yang dimiliki warga negara. HAM dimiliki oleh siapa saja, sepanjang ia bisa disebut sebagai manusia.

Alasan di atas pula yang menyebabkan HAM bagian integral dari kajian dalam disiplin ilmu hukum internasional. Oleh karenannya bukan sesuatu yang kontroversial bila komunitas internasional memiliki kepedulian serius dan nyata terhadap isu HAM di tingkat domestik. Malahan, peran komunitas internasional sangat pokok dalam perlindungan HAM karena sifat dan watak HAM itu sendiri yang merupakan mekanisme pertahanan dan perlindungan individu terhadap kekuasaan negara yang sangat rentan untuk disalahgunakan, sebagaimana telah sering dibuktikan sejarah umat manusia sendiri. Contoh pelanggaran HAM:

  1. Penindasan dan membatasi hak rakyat dan oposisi dengan sewenang-wenang.
  2. Hukum (aturan dan/atau UU) diperlakukan tidak adil dan tidak manusiawi.
  3. Manipulatif dan membuat aturan pemilu sesuai dengan penguasa dan partai tiran/otoriter

Sedangkan Pemahaman Ham di Indonesia sebagai tatanan nilai, norma, sikap yang hidup di masyarakat dan sebagai acuan dalam bertindak, pada dasarnya berlangsung sudah cukup lama. Secara garis besar, yang dinyatakan oleh Prof. Bagir Manan pada bukunya Perkembangan Pemikiran dan Pengaturan HAM di Indonesia ( 2001 ), membagi perkembangan HAM pemikiran HAM di Indonesia dalam dua periode yaitu periode sebelum Kemerdekaan ( 1908 – 1945 ), periode setelah Kemerdekaan ( 1945 – sekarang ).

A. Periode Sebelum Kemerdekaan

  • Boedi Oetomo, dalam konteks pemikiran HAM, pemimpin Boedi Oetomo telah memperlihatkan adanya kesadaran berserikat dan mengeluarkan pendapat melalui petisi – petisi yang dilakukan kepada pemerintah kolonial maupun dalam tulisan yang dalam surat kabar goeroe desa. Bentuk pemikiran HAM Boedi Oetomo dalam bidang hak kebebasan berserikat dan mengeluarkan pendapat.
  • Perhimpunan Indonesia, lebih menitikberatkan pada hak untuk menentukan nasib sendiri.
  • Sarekat Islam, menekankan pada usaha – usaha unutk memperoleh penghidupan yang layak dan bebas dari penindasan dan deskriminasi rasial.
  • Partai Komunis Indonesia, sebagai partai yang berlandaskan paham Marxisme lebih condong pada hak – hak yang bersifat sosial dan menyentuh isu – isu yang berkenan dengan alat produksi.
  • Indische Partij, pemikiran HAM yang paling menonjol adalah hak untuk mendapatkan kemerdekaan serta mendapatkan perlakuan yang sama dan hak kemerdekaan.
  • Partai Nasional Indonesia, mengedepankan pada hak untuk memperoleh kemerdekaan.
  • Organisasi Pendidikan Nasional Indonesia, menekankan pada hak politik yaitu hak untuk mengeluarkan pendapat, hak untuk menentukan nasib sendiri, hak berserikat dan berkumpul, hak persamaan di muka hukum serta hak untuk turut dalam penyelenggaraan Negara.

B. Periode Setelah Kemerdekaan ( 1945 – sekarang )
a) Periode 1945 – 1950
Pemikiran HAM pada periode awal kemerdekaan masih pada hak untuk merdeka, hak kebebasan untuk berserikat melalui organisasi politik yang didirikan serta hak kebebasan untuk untuk menyampaikan pendapat terutama di parlemen. Pemikiran HAM telah mendapat legitimasi secara formal karena telah memperoleh pengaturan dan masuk kedalam hukum dasar Negara ( konstitusi ) yaitu, UUD 45. komitmen terhadap HAM pada periode awal sebagaimana ditunjukkan dalam Maklumat Pemerintah tanggal 1 November 1945.

b) Periode 1950 – 1959
Periode 1950 – 1959 dalam perjalanan Negara Indonesia dikenal dengan sebutan periode Demokrasi Parlementer. Pemikiran HAM pada periode ini menapatkan momentum yang sangat membanggakan, karena suasana kebebasan yang menjadi semangat demokrasi liberal atau demokrasi parlementer mendapatkan tempat di kalangan elit politik. Seperti dikemukakan oleh Prof. Bagir Manan pemikiran dan aktualisasi HAM pada periode ini mengalami “ pasang” dan menikmati “ bulan madu “ kebebasan. Indikatornya menurut ahli hukum tata Negara ini ada lima aspek. Pertama, semakin banyak tumbuh partai – partai politik dengan beragam ideologinya masing – masing. Kedua, Kebebasan pers sebagai pilar demokrasi betul – betul menikmati kebebasannya. Ketiga, pemilihan umum sebagai pilar lain dari demokrasi berlangsung dalam suasana kebebasan, fair ( adil ) dan demokratis. Keempat, parlemen atau dewan perwakilan rakyat resprentasi dari kedaulatan rakyat menunjukkan kinerja dan kelasnya sebagai wakil rakyat dengan melakukan kontrol yang semakin efektif terhadap eksekutif. Kelima, wacana dan pemikiran tentang HAM mendapatkan iklim yang kondusif sejalan dengan tumbuhnya kekuasaan yang memberikan ruang kebebasan.

c) Periode 1959 – 1966
Pada periode ini sistem pemerintahan yang berlaku adalah sistem demokrasi terpimpin sebagai reaksi penolakan Soekarno terhaap sistem demokrasi Parlementer. Pada sistem ini ( demokrasi terpimpin ) kekuasan berpusat pada dan berada ditangan presiden. Akibat dari sistem demokrasi terpimpin Presiden melakukan tindakan inkonstitusional baik pada tataran supratruktur politik maupun dalam tataran infrastruktur poltik. Dalam kaitan dengan HAM, telah terjadi pemasungan hak asasi masyarakat yaitu hak sipil dan dan hak politik.

d) Periode 1966 – 1998
Setelah terjadi peralihan pemerintahan dari Soekarno ke Soeharto, ada semangat untuk menegakkan HAM. Pada masa awal periode ini telah diadakan berbagai seminar tentang HAM. Salah satu seminar tentang HAM dilaksanakan pada tahun 1967 yang merekomendasikan gagasan tentang perlunya pembentukan Pengadilan HAM, pembentukan Komisi dan Pengadilan HAM untuk wilayah Asia. Selanjutnya pada pada tahun 1968 diadakan seminar Nasional Hukum II yang merekomendasikan perlunya hak uji materil ( judical review ) untuk dilakukan guna melindungi HAM. Begitu pula dalam rangka pelaksanan TAP MPRS No. XIV/MPRS 1966 MPRS melalui Panitia Ad Hoc IV telah menyiapkan rumusan yang akan dituangkan dalam piagam tentang Hak – hak Asasi Manusia dan Hak – hak serta Kewajiban Warganegara.
Sementara itu, pada sekitar awal tahun 1970-an sampai periode akhir 1980-an persoalan HAM mengalami kemunduran, karena HAM tidak lagi dihormati, dilindungi dan ditegakkan. Pemerintah pada periode ini bersifat defensif dan represif yang dicerminkan dari produk hukum yang umumnya restriktif terhadap HAM. Sikap defensif pemerintah tercermin dalam ungkapan bahwa HAM adalah produk pemikiran barat yang tidak sesuai dengan nilai –nilai luhur budaya bangsa yang tercermin dalam Pancasila serta bangsa Indonesia sudah terlebih dahulu mengenal HAM sebagaimana tertuang dalam rumusan UUD 1945 yang terlebih dahulu dibandingkan dengan deklarasi Universal HAM. Selain itu sikap defensif pemerintah ini berdasarkan pada anggapan bahwa isu HAM seringkali digunakan oleh Negara – Negara Barat untuk memojokkan Negara yang sedang berkembang seperti Indonesia.
Meskipun dari pihak pemerintah mengalami kemandegan bahkan kemunduran, pemikiran HAM nampaknya terus ada pada periode ini terutama dikalangan masyarakat yang dimotori oleh LSM ( Lembaga Swadaya Masyarakat ) dan masyarakat akademisi yang concern terhadap penegakan HAM. Upaya yang dilakukan oleh masyarakat melalui pembentukan jaringan dan lobi internasional terkait dengan pelanggaran HAM yang terjadi seprti kasus Tanjung Priok, kasus Keung Ombo, kasus DOM di Aceh, kasus di Irian Jaya, dan sebagainya.
Upaya yang dilakukan oleh masyarakat menjelang periode 1990-an nampak memperoleh hasil yang menggembirakan karena terjadi pergeseran strategi pemerintah dari represif dan defensif menjadi ke strategi akomodatif terhadap tuntutan yang berkaitan dengan penegakan HAM. Salah satu sikap akomodatif pemerintah terhadap tuntutan penegakan HAM adalah dibentuknya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM ) berdasarkan KEPRES No. 50 Tahun 1993 tertanggal 7 Juni 1993.
Lembaga ini bertugas untuk memantau dan menyeliiki pelaksanaan HAM, serta memberi pendapat, pertimbangan, dan saran kepada pemerintah perihal pelaksanaan HAM.

e) Periode 1998 – sekarang
Pergantian rezim pemerintahan pada tahan 1998 memberikan dampak yang sangat besar pada pemajuan dan perlindungan HAM di Indonesia. Pada saat ini mulai dilakukan pengkajian terhadap beberapa kebijakan pemerintah orde baru yang beralwanan dengan pemjuan dan perlindungan HAM. Selanjutnya dilakukan penyusunan peraturan perundang – undangan yang berkaitan dengan pemberlakuan HAM dalam kehidupan ketatanegaraan dan kemasyarakatan di Indonesia. Hasil dari pengkajian tersebut menunjukkan banyaknya norma dan ketentuan hukum nasional khususnya yang terkait dengan penegakan HAM diadopsi dari hukum dan instrumen Internasional dalam bidang HAM.
Strategi penegakan HAM pada periode ini dilakukan melalui dua tahap yaitu tahap status penentuan dan tahap penataan aturan secara konsisten. pada tahap penentuan telah ditetapkan beberapa penentuan perundang – undangan tentang HAM seperti amandemen konstitusi Negara ( Undang – undang Dasar 1945 ), ketetapan MPR ( TAP MPR ), Undang – undang (UU), peraturan pemerintah dan ketentuan perundang – undangam lainnya.

2. Pasal – Pasal tentang Hak Asasi Manusia dalam UUD 1945

Perlu diingat  pentingnya proses internalisasi pemahaman Hak Asasi Manusia bagi setiap orang yang hidup bersama dengan orang lain, maka suatu pendekatan historis mulai dari dikenalnya Hak Asasi Manusia sampai dengan perkembangan saat ini perlu diketahui oleh setiap orang untuk lebih menegaskan keberadaan hak asasi dirinya dengan hak asasi orang lain. Dasar-dasar HAM tertuang dalam UUD 1945.
Seperti pada beberapa pasal dan ayat berikut ini :

  • Pasal 27 ayat 1 : “Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”
  • Pasal 28 : “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”
  • Pasal 29 ayat 2 : “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masingmasing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”
  • Pasal 30 ayat 1 : “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara”
  • Pasal 31 ayat 1 : “Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran”

3. Apakah Hak Asasi Manusia sudah diterapkan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia?

Menurut saya hukum dalam kasus HAM ini, sudah di terapkan secara penuh. Tetapi mengingat adanya kata – kata “Si Kaya dan Si Miskin”. Jadi masih memilih – milih strata atau tingkatan – tingkatan. Banyak contoh tentang kasus HAM ini. Sebagai contoh menabrak seseorang hingga tewas. Itu juga sudah menjadi tindak pelanggaran HAM karena sudah mengambil hak hidup orang yang di tabraknya. Tetapi pelaku hanya mendapat sedikit hukuman penjara. Jadi menurut saya, hukum HAM di Indonesia memang sudah di terapkan,  tetapi masih belum adanya “ketegasan” akan hukum tersebut.

Sekian tulisan ini saya buat, untuk menyelesaikan Tugas Kuliah saya. CMIIW.

 

Sumber 1

Sumber 2

Pengertian, Teori, Unsur, serta Bentuk Bangsa dan Negara

Standard

Yak  ketemu lagi. Udah lama nih ga buka nih blog. Terus sekarang dapet tugas lagi deh dari bu guru ( dosen ) :p
Kayanya tugas ini, kebanyakan bahas bangsa dan negara. langsung aja deh.

1. Pengertian Bangsa dan Negara

Pengertian Bangsa: Kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa & wilayah tertentu di muka bumi.
Bangsa (nation) atau nasional, nasionalitas atau kebangsaan, nasionalisme atau paham kebangsaan, semua istilah tersebut dalam kajian sejarah terbukti mengandung konsep-konsep yang sulit dirumuskan, sehingga para pakar di bidang Politik, Sosiologi, dan Antropologi pun sering tidak sependapat mengenai makna istilah-istilah tersebut. Selain istilah bangsa, dalam bahasa Indonesia, kita juga menggunakan istilah nasional, nasionalisme yang diturunkan dari kata asing “nation” yang bersinonim dengan kata bangsa. Tidak ada rumusan ilmiah yang bisa dirancang untuk mendefinisikan istilah bangsa secara objektif, tetapi fenomena kebangsaan tetap aktual hingga saat ini.”

Negara adalah suatu organisasi kekuasaan atau organisasi kewibawaan yang harus memenuhi persyaratan atau unsure unsure, yaitu harus ada pemerintahan yang berdaulat, wilayah tertentu dan rakyat yang hidup dengan teratur sehingga merupakan suatu bangsa.
Menurut Prof. Mr L.J Van Appeldorn, istilah Negara mengandung berbagai arti sebagai berikut :
Istilah negera dipakai dalam arti “Penguasa”, yakni untuk menyatakan orang atau orang orang yang melakukan kekuasaan tertinggi Atas persekutuan rakyat yang bertempat tinggal dalam suatu daerah.
Istilah Negara dalam arti “Persekutuan Rakyat” yakni menyatakan sesuatu bangsa yang hidup dalam suatu daerah dibawah kekuasaan tertinggi, menurut Kaidah Kaidah hokum yang sama.
Negera mengandung arti “Suatu Wilayah Tertentu” dalam hal ini istilah Negara dipakai untuk menyatakan suatu daerah yang didalamnya berdiam suatu bangsa dibawah kekuasaan tertinggi.
Negera Berarti “Kas Negara atau FIS CUSS” yakni untuk menyatakan harta yang dipegang oleh penguasa guna kepentingan umum.
Menurut kamus lengkap Bahasa Indonesia, Negara diartikan sebagai organisasi dalam suatu wilayah tertentu yang diatur oleh kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat.

2. Teori terbentuknya Negara

Dalam pembentukkan suatu Negara pastilah terdapat suatu teori yang menyebabkan suatu Negara dapat terbentuk. Terdapat tiga teori terbentuknya suatu negara, yaitu :

1.Teori hukum alam, terdapat pola pikir di masa plato serta aristoteles kondisi alam tumbuhnya manusia berkembangnya syatu negara.
2.Teori ketuhanan, {islam dan kristen} semuanya atau segala sesuatunya merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
3.Teori perjanjian, dimana manusia dihadapkan oleh kondisi alam serta timbullah suatu kekerasan.

3. Jelaskan unsur negara

Unsur Negara :
– Bersifat konstitutif. Berarti bahwa dalam Negara tsb terdapat wilayah yg meliputi udara, darat, dan perairan(dalam hal ini unsur perairan tdk mutlak), rakyat atau masyarakat dan pemerintahan yg berdaulat.
– Bersifat deklaratif. Sifat ini ditunjukan oleh adanya tujuan Negara, UUD, pengakuan dari Negara lain baik secara de jure maupun de facto dan masuknya Negara dalam perhimpunan bangsa2 mis PBB
Bentuk Negara: sebuah Negara dpt berbentuk Negara kesatuan dan Negara serikat
Bangsa Indonesia beranggapan bahwa terjadinya Negara merupakan suatu proses yang berkesinambungan. secara ringkas, proses tersebut adalah sebagai berikut :
a. perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia
b. proklamasi atau pintu gerbang kemerdekaan
c. keadaan bernegara yg nilai2 dasarnya ialah merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur

4. Jelaskan bentuk negara

Bentuk negara ada dua macam yaitu negara kesatuan dan negara serikat. Bentuk negara kesatuan memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
Terdapat pemerintah pusat yang memiliki kedaulatan baik ke dalam maupun ke luar.
Terdapat satu UUD yang berlaku untuk seluruh wilayah negara.
Terdapat satu kepala negara atau pemerintahan.
Terdapat satu badan perwakilan rakyat.
Sedangkan bentuk negara serikat merupakan negara yang terdiri dari beberapa negara

bagian dengan satu pemerintah pusat yang memiliki kedaulatan. Namun tiap negara bagian punya kedaulatan ke dalam untuk mengatur wilayahnya masing – masing. Tiap negara bagian punya UUD sendiri, kepala negara, dan badan perwakilan. Kekuasaan pemerintah pusat menyangkut urusan luar negeri, pertahanan dan keamanan, keuangan, dan peradilan.

 

Sumber 1

Sumber 2

4. Manajemen Sumber Informasi

Standard

 

Manajemen Sumber Informasi
(Information Resources Management)
IRM adalah suatu konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama, contohnya seperti keuangan, peralatan & manajemen.
Untuk lebih jelas serta memahami arti yang sebenarnya, saya akan membahasnya pada kolom pembahasan.
Definisi IRM(Information Resources Management)
IRM(Information Resources Management) adalah suatu konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama , contohnya seperti keuangan, peralatan, & manajemen.
Tipe-tipe sumber informasi, dapat mencakup :
Beberapa fasilitas pendukung, seperti database, software, hardware. Kemudian informasi dari para spesialis, dan informasi umum untuk para pemakai.
Informasi sebagai sumber strategis :
•Informasi merupakan salah satu sumber yang dapat menghasilkan keuntungan yang kompetitif. Dengan cara memfokuskan pada pelanggan serta mebangun sistem informasi yang bisa meningkatkan arus informasi antar perusahaan dan elemen lingkungannya.
•Arus informasi antar perusahaan dan pelanggan
-Informasi yang menerangkan penggunaan produk
-Informasi yang menerangkan kebutuhan produk
-Informasi yang menerangkan kepuasan produk
Keuntungan kompetitif dapat dicapai apabila :
1. Pentingnya efisiensi operasi internal
2. Terjalin hubungan yang baik antar elemen-elemen yang bersangkutan
3. Diperlukan arus informasi dengan semua elemen-elemen dan lingkungannya.
IOS (Interorganizational Organization System)
4. IOS merupakan sistem informasi yang digunakan oleh lebih dari satu perusahaan
5. IOS bertugas sebagai fasilitator, yaitu menunjukkan para peserta bahwa dengan bekerja dalam sistem tersebut mereka akan memperoleh keuntungan yang kompetitif.
CIO (Chief Information Officer)
Tugas CIO adalah :
-Membangun kredibilitas dengan mengirim service yang terpercaya
-Mempelajari suatu teknologi yang kerap akan dibangun.
-Menjalin kemitraan dengan suatu manajemen.
-Memperkirakan biaya sistem informasi.
SPIR (Strategic Planning for Information Resources)
1. Perencanaan strategic merupakan perencanaan yang paling memerlukan perhatian, karena memerlukan perkiraan yang matang untuk dapat mencapai suatu tujuan didalam sebuah organisasi pada masa sekarang serta masa yang akan dating.
2. Gagasan utama yang terdapat pada SPIR, yaitu : adanya hubungan antara tujuan perusahaan secara keseluruhan dengan sumber-sumber informasi.
3. Perencanaan yang digunakan adalah Top Down. Langkah pertama, yaitu menentukan tujuan organisasi, kemudian menentukan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan.
4.Pendekatan Top Down :
1.BSP IBM (Bussines System Planning)
a.Pendekatan studi total
b.Setiap anggota yang bersangkutan wajib diinterview untuk menentukan kebutuhan informasi, kemudian sistem diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan informasi.
2.CSF (Critical Succes Factorial)
a.Perencanaan sumber informasi dengan mengidentifikasi kunci keberhasilan yang menentukan keberhasilan dan kegagalan.
3.Transformasi susunan strategis
a.Misi, tujuan yang akan dicapai merupakan dasar dari strategi suatu manajemen dalam perencanaan sistem.
Usaha-usaha yang diperlukan untuk mencapai IRM yang sukses adalah sebagai berikut :
b. Perencanaan strategis juga mengatur pemakai komputer
c. Adanya perencanaan strategi formal untuk sumber-sumber informasi
d. Manajemen berusaha untuk menggunakan informasi untuk mencapai keuntungan yang kompetitif
e.Para eksekutif harus menyadari bahwa pelayanan informasi sebagai area fungsional
f. Para eksekutif juga harus memasukkan sumber-sumber informasi dalam perencanaan strategi.Maaf masih sama seperti sumber >.<

3. Keamanan dan Kontrol Sistem Informasi

Standard

 

Keamanan Sistem mengacu pada perlindungan terhadap semua sumber daya informasi perusahaan dari ancaman oleh pihak-pihak yang tidak berwenang.

Tujuan-tujuan Keamanan ; dimaksudkan untuk mencapai 3 tujuan utama , yaitu :
1. Kerahasiaan, perusahaan berusaha melindungi data dan informasi dari orang-orang yang tidak berhak.
2. Ketersediaan, tujuan CBIS adalah menyediakan data dan informasi bagi mereka yang berwenang untuk menggunakannya.
3. Integritas, semua subsistem CBIS harus menyediakan gambaran akurat dari sistem fisik yang diwakilinya.


Pengendalian Akses ; dicapai melalui suatu proses 3 langkah, yang mencakup :

1. Indentifikasi User.
2. Pembuktian Keaslian User.
3. Otorisasi User.


Strategi Pengulangan Biaya Manajemen Informasi
Strategi yang paling banyak dimanfaatkan adalah :

1. Strategi Konsolidasi, dapat diikuti dengan mengurangi jumlah lokasi sumber daya informasi yang terpisah. Alasannya adalah sejumlah kecil pemusatan sumber daya yang besar dapat beroperasi lebih efisien dari pada banyak pemusatan sumber daya yang kecil.
2. Downsizing, adalah transfer berbagai aplikasi berbasis komputer perusahaan dari konfigurasi peralatan besar, seperti mainframe ke platform yang lebih kecil seperti komputer mini. Dalam beberapa kasus, platform yang lebih kecil tetap berada dalam IS, dan dalam kasus lain ditempatkan di area pemakai. Pemindahan ke sistem yang kurang mahal tetapi penuh daya ini disebut Smartsizing. Keuntungan downsizing : sistem yang user friendly.
3. Outsourcing, ukuran pemotongan biaya yang dapat berdampak lebih besar bagi IS dari pada downsizing adalah outsourcing. Outsourcing adalah mengkontrakkan keluar semua atau sebagian operasi komputer perusahaan kepada organisasi jasa di luar perusahaan.


Jasa-jasa yang ditawarkan Outsourcers mencakup :

a. Entry data dan pengolahan sederhana.
b. Kontrak pemrograman.
c. Manajemen fasilitas, operasi lengkap dari suatu pusat komputer.
d. Integrasi sistem, adalah kinerja semua tugas-tugas siklus hidup pengembangan sistem.
e. Dukungan operasi untuk pemeliharaan, pelayanana atau pemulihan dari bencana.


Pentingnya pengendalian Sistem Informasi
Untuk berfungsi secara efektif dan efisien, sebuah business harus mempunyai sistem informasi manajemen yang valid, akurat, lengkap, tepat waktu dan tepat guna. Dengan demikian manajemen, aktor yang menjadi pemegang peranan penting dari keberhasilan sesuatu perusahaan, dapat mengambil keputusan yang optimal berdasarkan informasi yang dapat diandalkan. Sesuai dengan laju perkembangan teknologi informasi, sistem informasi manajemen masa kini pada umumnya telah didukung oleh komputer di dalam suatu kegiatan usaha adalah sangat tergantung pada situasi dan kondisi dari masing-masing perusahaan. Ada perusahaan yang tidak bisa berfungsi sama sekali kalau komputernya macet, karena memekai sistem informasi manajemen yang sangat bergantung pada komputer (computer dominant firm); dan ada pula perusahaan yang tetap bisa beroperasi seperti biasa, meskipun komputernya musnah terkena bencana, sebab sistem informasi manajemennya memang kurang bergantung pada peran komputer (computer minor firm).


Tugas pengendalian dalam Sistem Informasi yang terdiri dari :

1. B. Kontrol proses pengembangan
Model Sistem Informasi Sumber Daya Informasi
Pengertian :
Sistem yang menyediakan informasi mengenai sumber daya informasi perusahaan kepada para pemakai diseluruh perusahaan.
Subsistem Input :
1. Sistem Informasi Akuntansi ; mengumpulkan data internal yang menjelaskan unit jasa informasi dan data lingkungan yang menjelaskan transaksi unit tersebut dengan para pemasoknya.
2. Subsistem Riset Sumber Daya Informasi ; menjelaskan kegiatan yang terdiri dari proyek-proyek riset didalam perusahaan yang selanjutnya menentukan kebutuhan user dan kepuasan user.
3. Subsistem Intelijen Sumber Daya Informasi ; menjelaskan fungsi yang berhubungan dengan pengumpulan informasi dan elemen-elemen di lingkungan perusahaan khususnya elemen-elemen yang berinteraksi dengan jasa informasi.
Elemen-elemen ini meliputi :
1. Pemerintah.
2. Pemasok.
3. Serikat Pekerja.
4. Masyarakat Global.
5. Pelanggan.
6. Pesaing.
7. Masyarakat Keuangan.
8. Pemegang Saham.
Subsistem Output :
1. Subsistem Perangkat Keras ; menyiapkan output informasi yang menjelaskan sumber daya perangkat keras. Perangkat Lunak yang digunakan dalam subsistem ini dapat berupa query language, pembuatan laporan dan model matematika.
2. Subsistem Perangkat Lunak ; menyiapkan output informasi yang menjelaskan sumber daya perangkat lunak. Output informasi terutama berbentuk jawaban atas database query dan laporan periodik.
3. Subsistem Sumber Daya Manusia ; menyediakan informasi tentang para spesialis informasi perusahaan.
4. Subsistem Data dan Informasi ; menyiapkan output yang menjelaskan sumber daya data dan informasi yang berada di database pusat.
5. Subsistem Sumber Daya Terintegrasi ; menyatukan informasi yang menjelaskan sumber daya hardware, software, SDM serta data dan informasi.
Mencapai Kualitas Manajemen Jasa Informasi
Konsep TQM (Total Quality Management) sering diasosiasikan dengen proses manufaktur. Namun dasar yang sama dapat diterapkan pada produk dan jasa apapun termasuk yang ditawarkan oleh IS.
Kontrol desain sistem
Kontrol pengoperasian sistem
Kontrol pengoperasian system didasarkan pada struktur organisasional dari departemen operasi, aktivitas dari unit yang ada dalam departemen tersebut.
Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan menjadi lima area :
Struktur organisasional
Kontrol perpustakaan
Pemeliharaan peralatan
Kontrol lingkungan dan kemanan fasilitas
Perencanaan disaster, meliputi area :
Rencana keadaan darurat (emergency plan)
Rencana back-up
Rencana record penting (vital record plan)
Rencana recovery (recovery plan)

 

maaf masih berantakan ^^
nanti saya edit lagi >.<

Sumber