Upaya Menjauhkan Diri dari Korupsi

Standard

Menurut saya, korupsi itu tentang penyalahgunaan wewenang, jabatan yang berujung hanya ingin mendapatkan uang dan mengambil barang yang bukan haknya. Sungguh sangat disayangkan bila negeri tercinta kita ini hancur hanya karena korupsi. Walaupun sekarang korupsi bukanlah masalah yang sepele. Walaupun sudah ada undang – undang hukumnya tetapi tetap saja korupsi masih merajalela. Memang sangat dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk menghindari korupsi.

Korupsi itu memang sangat menggiurkan, karena itu banyak orang yang terjerumus oleh korupsi itu sendiri. Awalnya memang tidak berdampak yang signifikan tetapi lama kelamaan akan merugikan diri sendiri bahkan dapat merugikan orang lain.

Dalam sudut Agama, korupsi memang wajib dihindari, karena berkaitan dengan hak – hak orang lain yang diambil oleh para koruptor. Jadi, kita harus lebih banyak berdoa dan berusaha menjauhkan diri dari korupsi. Lebih baik hidup sederhana daripada hidup mewah tetapi dari hasil mengambil dari hasil – hasil orang lain. Sungguh merugikan.

Upaya pencegahan diri dari korupsi :

(1) Pencegahan diri dan keluarga dari tindakan korupsi. Pencegahan korupsi harus dimulai dari diri sendiri dengan keyakinan bahwa korupsi adalah penyakit masyarakat yang berbahaya bagi kehidupan masyarakat itu sendiri. Orangtua dalam keluarga berkewajiban untuk mencegah dirinya dari tindakan korupsi. Komitmen menjauhkan diri dari tindakan itu harus dikembangkan pula kepada anggota keluarga yang lain dengan menanamkan sebuah komitmen bahwa korupsi adalah penyakit kehidupan.

(2) Keteladan pemimpin. Pemimpin adalah teladan bagi umatnya. Apa yang dilakukan pemimpin, maka hal itu pula yang dilakukan oleh yang dipimpin. Yang dipimpin selalu meniru hal-hal yang dilakukan pemimpinnya. Seorang pemimpin haruslah orang yang mempunyai komitmen mencegah diri dari korupsi secara internal, dan menunjukkan sikap anti terhadap korupsi, serta melakukan upaya-upaya pencegahan terjadinya korupsi di dalam masyarakat, baik secara kekerasan maupun secara lisan. Kalau pemimpin sudah menunjukkan keteladanan seperti itu, maka korupsi dapat ditekan.

(3) Tindakan tegas terhadap pelaku korupsi. Setiap pelaku korupsi harus ditindak tegas berdasarkan hukum dan peraturan yang berlaku, tanpa memandang bulu. Siapa pun yang melakukan tindakan demikian, termasuk pemimpin, penguasa, dan pelaksana serta penegak hukum harus ditindak tegas dan dihukum menurut hukum dan peraturan yang berlaku. Tindakan diskriminasi terhadap pelaku korupsi akan menimbulkan sikap apatis dari orang lain dalam ikut serta mencegah tindakan korupsi itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s