Perencanaan dan Wewenang

Standard
Dalam menyusun program tentunya dibutuhkan suatu perencanaan yang baik agar program dapat berjalan dengan baik dan sampai pada tujuan yang akan diharapkan. Oleh sebab itu dalam merencanakan suatu ahli haruslah pandai memanajemen sehingga setelah merencanakan, dapat dilanjutkan dengan pengorganisasianpelaksanaan dan yang terakhir adalah pengawasan. Seseorang yang akan menyusun program haruslah menguasai dan memiliki skill manajemen yang baik, serta mengerti tentang fungsi manajemen program. Fungsi manajemen sendiri dapat diartikan sebagai elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Orang yang akan merencanakan sebuah program haruslah bertindak sebagai manajer, manajer bagi dirinya sendiri, manajer bagi tim dan manajer bagi program tersebut. Karena seorang manajer bertugas untuk mengarahkan dan mengelola fungsi-fungsi manajemen agar apa yang diprogramkan mencapai tujuan.
Berikut adalah skema tahapannya :
Perencanaan ———> Organisasi ———> Pelaksanaan ———-> Pengawasan
Perencanaan (Planning)

Mengapa  perusahaan/organisasi melakukan perencanaan ?

Karena dengan adanya suatu perencanaan di dalam perusahaan / organisasi tersebut, dapat mengurangi atau meminimalkan kesalahan dalam pembuatan keputusan dan meningkatkan sukses pencapaian tujuan organisasi.

Menurut para beberapa para ahli perencanaan dapat didefinisikan sebagai berikut :
– Terry dalam bukunya Principle Of Management mengatakan bahwa perencanaan adalah suatu proses pemilihan dan menghubung-hubungkan fakta serta menggunakannya untuk menyusun asumsi-asumsi yang diduga bakal terjadi dimasa mendatang, untuk kemudian merumuskan kegiatan-kegiatan yang isusulkan untuk tercapainya tujuan yang diharapkan.
– Venogopal mengatakan bahwa perencanaan adalah suatu prosedur kerja bersama-sama masyarakat dalam upaya untuk merumuskan masalah (keadaan-keadaan yang belum memuaskan) dan upaya pemecahan yang mungkin dapat dilakukan demi tercapainya tujuan dan sasaran yang ingin dicapai.
– Muller mengatakan bahwa perencanaan adalah upaya sadar yang dirancang atau dirumuskan guna tercapainya tujuan (kebutuhann, keinginan, minat) msyrakat untuk siapa program tersebut ditujukan.
– Cornell Martinez mengatakan pembangunan (pedesaan) yang efektif bukanlah semata-mata karena adanya kesempatan tetapi merupakan hasil dari penentuan pilihan-pilihan kegiatan bukab hasil “trial dan error” tetapi akaiba dari perencanaan yang baik.
Berbagai batasan penting tentang planning dari yang sederhana sampai kepada perumusan yang lebih rumit. Ada yang merumuskan dengan sangat sederhana, misalnya perencanaan adalah penentu serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang agak kompleks merumuskan perencanaan sebagai penetapan apa yang harus di capai, bila hal itu dicapai, dimana hal itu harus dicapai, bagaimana hal itu harus dicapai, siapa yang bertanggungjawab, dan penetapan mengapa hal itu harus dicapai. Hampir sama dengan pembatasan terakhir dimana perumusan perencanaan merupakan penetapan jawaban kepada keenam pertanyaan berikut :
  1. Tindakan apa yang harus dikerjakan?
  2. Apakah sebabnya tidakan itu harus dikerjakan?
  3. Dimanakah tindakan itu harus dikerjakan ?
  4. Kapankah tindakan itu dilaksanakan ?
  5. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
  6. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu?
Fungsi Perencanaan
Sesungguhnya fungsi perencanaan bukan saja menetapkan hal-hal seperti tersebut diatas, tetapi juga dalam fungsi perencanaan sudah termasuk didalamnya penetapan budget. Oleh karenanya lebih tepat bila perencanaan atau planning dirumuskan sebagai penetapan tujuan,policy, prosedur, budget, dan program suatu organisasi. Jadi fungsi planning termasukbudgeting yang dimaksudkan fungsi manajemen dalam menetapkan tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi, menetapkan peraturan-peraturan dan pedoman-pedoman pelaksanaan yang harus dituruti, dan menetapkan ikhtisar biaya yang diperlukan dan pemasukan yang diharapkan akan diperoleh dari rangkaian tindakan yang akan dilakukan
Wewenang
Wewenang biasa diartikan sebagai kekuasaan yang didapat oleh orang yang mempunyai jabatan yang tinggi. Wewenang sebenarnya tanggung jawab yang diberikan kepada orang tersebut yang harus dipertanggung jawabkan. Jadi wewenang itu seperti tugas untuk orang tersebut.

Syarat bahwa wewenang dapat ditaati oleh bawahan maka di perlukan adanya

a)      Kekuasaan (power) kemampuan untuk melakukan hak tersebut, dengan cara mempengaruhi individu / kelompok.

Menurut jenisnya kekuasaan  di bagi dua :

v  Kekuasaan Posisi (posision power) yang didapat dari wewenang formal besarnya tergantung pada besarnya pendelegasian orang yang menduduki posisi tersebut.

v  Kekuasaan Pribadi (personal power) berasal dari para pengikut dan didasarkan pada seberapa besar para pengikut mengagumi dan respek terhadap pemimpinnya.

Menurut sumbernya wewenang dibagi menjadi :

v  Kekuasaan balas jasa (reward power) berupa uang, suaka, perkembangan karier, dll. Yang diberikan untuk melaksanakan perintah atau persyaratan lainnya.

v  Kekuasaan paksaan (coercive power) berasal dari apa yang dirasakan seseorang bahwa hukuman akan diterima bila tidak melaksanakan perintah.

v  Kekuasaan sah (legitimate power) berkembang dari nilai-nilai intern karena seseorang telah diangkat sebagai pemimpin.

v  Kekuasaan pengendalian informasi (control of information power) berasal dari pengetahuan yang tidak dipunyai orang lain, ini dilakukan dengan pemberian atau penanaman informasi yang di butuhkan.

v  Kekuasaan panutan (referent power) di dasarkan atas identifikasi orang dengan pimpinan dan menjadikan sebagai panutan.

v  Kekuasaan ahli (expert power) keahlian atau ilmu pengetahuan yang dimiliki seseorang dalam bidangnya.

b)      Tanggung jawab dan Akuntabilitas : Wewenang yang diberikan harus samadengan besarnya tanggung jawab yang akan diberikan, dan diberikan kebebasan dalam menentukan keputusan yang akan diambil.

c)      Pengaruh (influence) dimana seseorang dibujuk oleh orang lain untuk melaksanakan suatu kegiatan sesuai dengan harapan orang yang mempengaruhi.pengaruh dapat timbul karena status jabatan, kekuasaan dan menghukum.

3. Sisi positif dan negatif dari pemberian wewenang :

a)      Sisi positif, ditandai dengan perhatian pada pencapaian tujuan bersama atas kelompok, manajer berusaha mendorong bawahannya untuk mengembangkan kecakapannya.

b)      Sisi negatif, memandang bahwa dengan kekuasaan berarti menguasai orang lain yang lebih lemah, jadi memandang orang lain sebagai pembantu saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s