Monthly Archives: January 2013

4. Manajemen Sumber Informasi

Standard

 

Manajemen Sumber Informasi
(Information Resources Management)
IRM adalah suatu konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama, contohnya seperti keuangan, peralatan & manajemen.
Untuk lebih jelas serta memahami arti yang sebenarnya, saya akan membahasnya pada kolom pembahasan.
Definisi IRM(Information Resources Management)
IRM(Information Resources Management) adalah suatu konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama , contohnya seperti keuangan, peralatan, & manajemen.
Tipe-tipe sumber informasi, dapat mencakup :
Beberapa fasilitas pendukung, seperti database, software, hardware. Kemudian informasi dari para spesialis, dan informasi umum untuk para pemakai.
Informasi sebagai sumber strategis :
•Informasi merupakan salah satu sumber yang dapat menghasilkan keuntungan yang kompetitif. Dengan cara memfokuskan pada pelanggan serta mebangun sistem informasi yang bisa meningkatkan arus informasi antar perusahaan dan elemen lingkungannya.
•Arus informasi antar perusahaan dan pelanggan
-Informasi yang menerangkan penggunaan produk
-Informasi yang menerangkan kebutuhan produk
-Informasi yang menerangkan kepuasan produk
Keuntungan kompetitif dapat dicapai apabila :
1. Pentingnya efisiensi operasi internal
2. Terjalin hubungan yang baik antar elemen-elemen yang bersangkutan
3. Diperlukan arus informasi dengan semua elemen-elemen dan lingkungannya.
IOS (Interorganizational Organization System)
4. IOS merupakan sistem informasi yang digunakan oleh lebih dari satu perusahaan
5. IOS bertugas sebagai fasilitator, yaitu menunjukkan para peserta bahwa dengan bekerja dalam sistem tersebut mereka akan memperoleh keuntungan yang kompetitif.
CIO (Chief Information Officer)
Tugas CIO adalah :
-Membangun kredibilitas dengan mengirim service yang terpercaya
-Mempelajari suatu teknologi yang kerap akan dibangun.
-Menjalin kemitraan dengan suatu manajemen.
-Memperkirakan biaya sistem informasi.
SPIR (Strategic Planning for Information Resources)
1. Perencanaan strategic merupakan perencanaan yang paling memerlukan perhatian, karena memerlukan perkiraan yang matang untuk dapat mencapai suatu tujuan didalam sebuah organisasi pada masa sekarang serta masa yang akan dating.
2. Gagasan utama yang terdapat pada SPIR, yaitu : adanya hubungan antara tujuan perusahaan secara keseluruhan dengan sumber-sumber informasi.
3. Perencanaan yang digunakan adalah Top Down. Langkah pertama, yaitu menentukan tujuan organisasi, kemudian menentukan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan.
4.Pendekatan Top Down :
1.BSP IBM (Bussines System Planning)
a.Pendekatan studi total
b.Setiap anggota yang bersangkutan wajib diinterview untuk menentukan kebutuhan informasi, kemudian sistem diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan informasi.
2.CSF (Critical Succes Factorial)
a.Perencanaan sumber informasi dengan mengidentifikasi kunci keberhasilan yang menentukan keberhasilan dan kegagalan.
3.Transformasi susunan strategis
a.Misi, tujuan yang akan dicapai merupakan dasar dari strategi suatu manajemen dalam perencanaan sistem.
Usaha-usaha yang diperlukan untuk mencapai IRM yang sukses adalah sebagai berikut :
b. Perencanaan strategis juga mengatur pemakai komputer
c. Adanya perencanaan strategi formal untuk sumber-sumber informasi
d. Manajemen berusaha untuk menggunakan informasi untuk mencapai keuntungan yang kompetitif
e.Para eksekutif harus menyadari bahwa pelayanan informasi sebagai area fungsional
f. Para eksekutif juga harus memasukkan sumber-sumber informasi dalam perencanaan strategi.Maaf masih sama seperti sumber >.<

Advertisements

3. Keamanan dan Kontrol Sistem Informasi

Standard

 

Keamanan Sistem mengacu pada perlindungan terhadap semua sumber daya informasi perusahaan dari ancaman oleh pihak-pihak yang tidak berwenang.

Tujuan-tujuan Keamanan ; dimaksudkan untuk mencapai 3 tujuan utama , yaitu :
1. Kerahasiaan, perusahaan berusaha melindungi data dan informasi dari orang-orang yang tidak berhak.
2. Ketersediaan, tujuan CBIS adalah menyediakan data dan informasi bagi mereka yang berwenang untuk menggunakannya.
3. Integritas, semua subsistem CBIS harus menyediakan gambaran akurat dari sistem fisik yang diwakilinya.


Pengendalian Akses ; dicapai melalui suatu proses 3 langkah, yang mencakup :

1. Indentifikasi User.
2. Pembuktian Keaslian User.
3. Otorisasi User.


Strategi Pengulangan Biaya Manajemen Informasi
Strategi yang paling banyak dimanfaatkan adalah :

1. Strategi Konsolidasi, dapat diikuti dengan mengurangi jumlah lokasi sumber daya informasi yang terpisah. Alasannya adalah sejumlah kecil pemusatan sumber daya yang besar dapat beroperasi lebih efisien dari pada banyak pemusatan sumber daya yang kecil.
2. Downsizing, adalah transfer berbagai aplikasi berbasis komputer perusahaan dari konfigurasi peralatan besar, seperti mainframe ke platform yang lebih kecil seperti komputer mini. Dalam beberapa kasus, platform yang lebih kecil tetap berada dalam IS, dan dalam kasus lain ditempatkan di area pemakai. Pemindahan ke sistem yang kurang mahal tetapi penuh daya ini disebut Smartsizing. Keuntungan downsizing : sistem yang user friendly.
3. Outsourcing, ukuran pemotongan biaya yang dapat berdampak lebih besar bagi IS dari pada downsizing adalah outsourcing. Outsourcing adalah mengkontrakkan keluar semua atau sebagian operasi komputer perusahaan kepada organisasi jasa di luar perusahaan.


Jasa-jasa yang ditawarkan Outsourcers mencakup :

a. Entry data dan pengolahan sederhana.
b. Kontrak pemrograman.
c. Manajemen fasilitas, operasi lengkap dari suatu pusat komputer.
d. Integrasi sistem, adalah kinerja semua tugas-tugas siklus hidup pengembangan sistem.
e. Dukungan operasi untuk pemeliharaan, pelayanana atau pemulihan dari bencana.


Pentingnya pengendalian Sistem Informasi
Untuk berfungsi secara efektif dan efisien, sebuah business harus mempunyai sistem informasi manajemen yang valid, akurat, lengkap, tepat waktu dan tepat guna. Dengan demikian manajemen, aktor yang menjadi pemegang peranan penting dari keberhasilan sesuatu perusahaan, dapat mengambil keputusan yang optimal berdasarkan informasi yang dapat diandalkan. Sesuai dengan laju perkembangan teknologi informasi, sistem informasi manajemen masa kini pada umumnya telah didukung oleh komputer di dalam suatu kegiatan usaha adalah sangat tergantung pada situasi dan kondisi dari masing-masing perusahaan. Ada perusahaan yang tidak bisa berfungsi sama sekali kalau komputernya macet, karena memekai sistem informasi manajemen yang sangat bergantung pada komputer (computer dominant firm); dan ada pula perusahaan yang tetap bisa beroperasi seperti biasa, meskipun komputernya musnah terkena bencana, sebab sistem informasi manajemennya memang kurang bergantung pada peran komputer (computer minor firm).


Tugas pengendalian dalam Sistem Informasi yang terdiri dari :

1. B. Kontrol proses pengembangan
Model Sistem Informasi Sumber Daya Informasi
Pengertian :
Sistem yang menyediakan informasi mengenai sumber daya informasi perusahaan kepada para pemakai diseluruh perusahaan.
Subsistem Input :
1. Sistem Informasi Akuntansi ; mengumpulkan data internal yang menjelaskan unit jasa informasi dan data lingkungan yang menjelaskan transaksi unit tersebut dengan para pemasoknya.
2. Subsistem Riset Sumber Daya Informasi ; menjelaskan kegiatan yang terdiri dari proyek-proyek riset didalam perusahaan yang selanjutnya menentukan kebutuhan user dan kepuasan user.
3. Subsistem Intelijen Sumber Daya Informasi ; menjelaskan fungsi yang berhubungan dengan pengumpulan informasi dan elemen-elemen di lingkungan perusahaan khususnya elemen-elemen yang berinteraksi dengan jasa informasi.
Elemen-elemen ini meliputi :
1. Pemerintah.
2. Pemasok.
3. Serikat Pekerja.
4. Masyarakat Global.
5. Pelanggan.
6. Pesaing.
7. Masyarakat Keuangan.
8. Pemegang Saham.
Subsistem Output :
1. Subsistem Perangkat Keras ; menyiapkan output informasi yang menjelaskan sumber daya perangkat keras. Perangkat Lunak yang digunakan dalam subsistem ini dapat berupa query language, pembuatan laporan dan model matematika.
2. Subsistem Perangkat Lunak ; menyiapkan output informasi yang menjelaskan sumber daya perangkat lunak. Output informasi terutama berbentuk jawaban atas database query dan laporan periodik.
3. Subsistem Sumber Daya Manusia ; menyediakan informasi tentang para spesialis informasi perusahaan.
4. Subsistem Data dan Informasi ; menyiapkan output yang menjelaskan sumber daya data dan informasi yang berada di database pusat.
5. Subsistem Sumber Daya Terintegrasi ; menyatukan informasi yang menjelaskan sumber daya hardware, software, SDM serta data dan informasi.
Mencapai Kualitas Manajemen Jasa Informasi
Konsep TQM (Total Quality Management) sering diasosiasikan dengen proses manufaktur. Namun dasar yang sama dapat diterapkan pada produk dan jasa apapun termasuk yang ditawarkan oleh IS.
Kontrol desain sistem
Kontrol pengoperasian sistem
Kontrol pengoperasian system didasarkan pada struktur organisasional dari departemen operasi, aktivitas dari unit yang ada dalam departemen tersebut.
Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan menjadi lima area :
Struktur organisasional
Kontrol perpustakaan
Pemeliharaan peralatan
Kontrol lingkungan dan kemanan fasilitas
Perencanaan disaster, meliputi area :
Rencana keadaan darurat (emergency plan)
Rencana back-up
Rencana record penting (vital record plan)
Rencana recovery (recovery plan)

 

maaf masih berantakan ^^
nanti saya edit lagi >.<

Sumber